Sekolah Para Juara

Madrasah Lukman

                                                  


 Oleh : Mujito Rohharman, S.Pd.

Ada seorang yang legam kulitnya. Jika tertawa hanya kelihatan giginya. Namun di balik fisiknya yang legam, keluarlah dari lisan dan hatinya hikmah yang menggemparkan dunia.

Dialah Lukmanul Hakim. Bahkan Allah mengabadikan dalam Al Quran, nama sebuah surat yang terdiri 34 ayat. Termasuk surat Makkiyyah. Diturunkan setelah surat As-Shaaffat dan susunannya dalam Al Qur‟an sesudah surat Ar-Rum. Jika dilihat dari nama suratnya, jelas sekali menunjukkan pendidikan / madrasahnya Lukman kepada anaknya. Begitu juga wasiatnya identik dengan Tarbiyatul Aulad.

Madrasah yang didasari dengan jalan Allah suatu madrasah yang menjamin pendidikan yang ideal bagi kita semua.

Lalu pokok-pokok pendidikan apa saja di dalam Madrasahnya Lukman?

1.      Larangan Sirik kepada Allah

Larangan sirik kepada Allah jelas sekali dalam surat ini. Menumbuh kembangkan tentang tauhid dan larangan menyekutukan-Nya. Langkahnya kita tanamkan kekuasaan Allah yang ada di jagat raya ini, lalu lakunya bahwa, jika ada kebaijkan/kejahatan sekecil apapun Allah akan membalasnya. Selaras dengan ini bahwa ilmu Allah, kekuasaan-Nya, pengawasan-Nya dapat kita rasakan.

2.      Birrul Walidain.

Lukman mengenalkan orang tua pada anak-anaknya. Keutamannya, kasih sayangnya sehingga anak harus bersyukur, menghormati dan berbuat baik kepadanya. Ibunya yang mengandung, menyapihnya beberapa tahun hanya kepada Allah dan orang tua kita bersyukur.

3.      Pentingnya ibadah dan berbuat baik dalam hidup.

Bagaimana Lukman mengajak anaknya menegakkan sholat, menyuruh manusia berbuat baik dan mencegah mereka dari perbuatan munkar. Madrasah ini tidak hanya memberikan anak fasilitas makan, minum, tempat tinggal atau lainnya tetapi bagaimana anak itu abid pada Allah, berbuat baik kepada sesama dan melarang dari perbuatan mungkar serta menunjukkan dan menjadikan manusia mendapat hidayah-Nya.

4.      Mengajarkan Hakekat Dunia.

Bahwa dunia ini fana, sendau-gurau dan kesenangan yang menipu. Maka anak-anak jangan bergantung pada fasilitas orang tua. Tidak selama orang tua hidup, kaya, berubah-ubahnya dunia. Kadang sehat, sakit, kaya atau miskin. Bagaimana Lukman berpesan agar bersabar terhadap yang menimpamu, karena hal itu termasuk yang diwajibkan.

5.      Adab dan Rasa

Lukman mengajarkan kepada anaknya, janganlah memalingkan mukamu ke orang lain karena sombong, jangan berjalan di muka bumi karena angkuh dan membanggakan diri. Lunakkanlah kamu bicara dan sederhanakanlah kamu berjalan. Inilah adab bergaul dengan rendah hati, berbicara dengan lunak dan tidak sombong.

6.      Langkah masa depan dan tujuan hidup. 

       Ada kata “Dan sederhanakanlah kamu berjalan”. Kata ini menyuruh kita semua hidup di dunia secara sederhana, tidak angkuh dan sombong. Maka langkah demi langkah kita pikirkan sehingga hidup jelas dan pasti.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar